Stres kerja selama ini sering dipahami sebagai akibat dari tingginya tuntutan pekerjaan, beban kerja yang berat, atau kurangnya sumber daya yang dimiliki pekerja. Namun, pendekatan tersebut sering kali mengabaikan peran budaya organisasi dan sistem makna yang hidup di lingkungan kerja. Buku ini memperkenalkan Model Kultural Stres Kerja yang dikembangkan oleh Arsyad Rahman dan Syamsiar S. Russeng (2026), sebuah pendekatan teoritis yang memandang stres kerja sebagai hasil interaksi antara struktur kerja, budaya organisasi, serta pengalaman subjektif pekerja.
Melalui perspektif yang menggabungkan kesehatan kerja dan antropologi, model ini menjelaskan bahwa tempat kerja bukan sekadar ruang produksi ekonomi, melainkan juga ruang budaya yang dipenuhi nilai, norma, dan relasi sosial. Pada konteks ini, tekanan kerja tidak secara otomatis menimbulkan stres, tetapi terlebih dahulu dimaknai oleh pekerja melalui kerangka budaya yang berkembang di organisasi.
Buku ini menguraikan bagaimana struktur kerja, makna pekerjaan, dan interaksi sosial di tempat kerja membentuk pengalaman stres pekerja dalam berbagai bentuk, baik psikologis, fisiologis, maupun sosial. Dengan pendekatan ini, pembaca diajak memahami bahwa pencegahan stres kerja tidak cukup hanya melalui pengelolaan beban kerja, tetapi juga memerlukan perubahan budaya organisasi dan sistem nilai di tempat kerja.
Model Kultural Stres Kerja menawarkan perspektif baru yang memperkaya kajian kesehatan kerja dan berpotensi menjadi kontribusi penting dalam pengembangan Epidemiologi Kultural serta studi kesehatan kerja di masa depan.
| Detail ISBN | |
| ISBN | 978-634-7603-47-0 |
| Penulis Buku | Prof.Dr. dr. Syamsiar S. Russeng, MS
Dr. Muh. Arsyad Rahman, S.KM, M. Kes. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Febiola Tiara, S.Pd. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Septia Fakhira Risti, S.Ds |
| Penerbit | CV. Luminary Press Indonesia |
| Kategori | Kesehatan |
| Ukuran | A5 |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.