Buku ini menghadirkan gagasan komprehensif mengenai reaktualisasi adab klasik dalam merespons dinamika etika digital yang kian kompleks. Berangkat dari khazanah turats dan tradisi pesantren, penulis menelusuri relevansi nilai-nilai akhlak Islam dalam membangun budaya bermedia sosial yang berintegritas, berkeadaban, dan berorientasi pada kemaslahatan. Konsep-konsep seperti hifzhul al-lisan, tabayyun, ukhuwwah, wara’, hingga otoritas sanad keilmuan diangkat kembali dalam kerangka kontekstual, sehingga mampu menjawab tantangan disinformasi, polarisasi, budaya cancel culture, dan konsumerisme digital. Dengan pendekatan integratif, buku ini menegaskan bahwa tradisi bukanlah warisan yang statis, melainkan sumber nilai yang dinamis untuk membentuk etika siber yang kokoh dan bermartabat.
Karya ini menawarkan desain strategis penguatan Pendidikan Agama Islam di era disrupsi teknologi melalui harmonisasi nalar tradisional dan inovasi digital. Peran guru sebagai uswatun hasanah virtual, pentingnya sanad digital, serta standardisasi etika digital dalam kurikulum PAI dirumuskan sebagai langkah konkret membangun karakter Generasi Z di tengah arus algoritma media sosial. Melalui sintesis antara spiritualitas, pedagogi, dan teknologi, buku ini tidak sekadar memotret problem moral di ruang maya, tetapi juga menyajikan model pendidikan masa depan yang menempatkan adab sebagai fondasi utama transformasi peradaban digital.
| Detail ISBN | |
| ISBN | 978-634-7603-20-3 |
| Penulis Buku | Muhammad Amin, S.Pd., M.Pd. |
| Editor | Weni Yuliani, S.Si., M.M., C.Ed |
| Penyunting | Febiola Tiara, S.Pd. |
| Desain Sampul & Tata Letak | Septia Fakhira Risti, S.Ds |
| Penerbit | CV. Luminary Press Indonesia |
| Kategori | Pendidikan |
| Ukuran | A5 |
| Tahun Terbit | 2026 |







Ulasan
Belum ada ulasan.